Asisten I Setda Sumsel Buka Program Pemagangan Dalam Negeri dan Bimtek

  • Whatsapp
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Sumsel H Rosidin Hasan membuka kegiatan program pemagangan dalam negeri, pelatihan peningkatan produktivitas dan bimbingan teknis (bimtek) akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) program pendidikan dan pelatihan vokasi tahun 2022, di Grand Ballroom Beston Hotel Palembang, Jum'at (20/5/2022)/sriwijayamedia.com-ton

Palembang, Sriwijaya Media – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Sumsel H Rosidin Hasan membuka kegiatan program pemagangan dalam negeri, pelatihan peningkatan produktivitas dan bimbingan teknis (bimtek) akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) program pendidikan dan pelatihan vokasi tahun 2022, di Grand Ballroom Beston Hotel Palembang, Jum’at (20/5/2022).

Kegiatan ini mengambil tema “Kita wujudkan Sumsel mandiri pangan”.

Asisten I Setda Sumsel H Rosidin Hasan sangat mengapresiasi program dan kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Disnakertrans. Karena ini adalah bagian dari solusi mengatasi ketenagakerjaan.

“Angkatan tenaga kerja di Sumsel inikan sangat banyak. Salah satu diantaranya melalui pelatihan sehingga menjadi tenaga terampil,” ujarnya.

Dia mengaku sangat bersyukur karena sebelumnya Disnakertrans Sumsel mengumpulkan para pengusaha untuk menyelenggarakan pemagangan bagi angkatan tenaga kerja yang ada di Sumsel.

Dia meyakini setelah mereka dilatih, pekerja akan mudah ditempatkan dimana saja dan menjadi tenaga kerja yang memiliki produktivitas tinggi.

“Kami yakin mereka akan semakin dibutuhkan. Dengan begitu akan semakin mengurangi tingkat pengangguran di Sumsel,” ungkapnya.

Dia melanjutkan LPK yang baik ialah lembaga yang tahu akan kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja.

Dia berharap LKP makin profesional dalam memberikan pelatihan terhadap tenaga kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Reza Fahlevi juga mengapresiasi tindak lanjut dari apa yang dilakukan LPK dalam penilaian kinerja vokasi beberapa bulan lalu.

Salah satu rekomendasi itu belum adanya kerjasama secara intens, sinergitas antara organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“SMK yang selama ini dianggap penyumbang pengangguran terbesar terbantahkan. Sebab banyak sekali kegiatan hingga perekrutan yang dipercayakan ke anak-anak SMK. Kami optimistis angka kemiskinan akan turun dari 2 digit menjadi 1 digit,” terangnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *