Disdikbud Kota Subulussalam Sosialisasikan Perwali No 33/2021

  • Whatsapp

Subulussalam, Sriwijaya Media- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Subulussalam menggelar sosialisasi Peraturan Walikota (Perwali) Subulussalam No 33/2021 tentang pelaksanaan wajib Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 1 Tahun Pra Sekolah Dasar (SD), di Aula Pendopo Walikota (Wako) Subulussalam, Selasa (19/10/2021).

Kepala Disdikbud Kota Subulussalam H Sairun, S.Ag., menyampaikan beberapa hal penting, diantaranya sejak dilantik menjadi Kepala Disdikbud Kota Subulussalam, pihaknya memiliki target mendongkrak rapor mutu pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah itu sudah terlaksana dengan baik sehingga peringkat mutu pendidikan Kota Subulussalam berada di posisi 13 se Aceh,” ujarnya.

Disamping itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan pencapaian jumlah Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbudristek RI, dan itu pun sudah tercapai.

Untuk tahun tahun 2022 mendatang, Pemkot Subulussalam mendapatkan anggaran DAK fisik pendidikan sebesar Rp29 miliar, atau ada kenaikan 110% dibanding tahun sebelumnya.

Diketahui, ditahun 2022 Kota Subulussalam merupakan daerah yang terbesar nominalnya mendapatkan dana DAK fisik pendidikan di seluruh kabupaten/kota se Aceh.

“Perlu adanya dukungan terhadap penyelenggaraan PAUD berupa regulasi, karena TK/PAUD merupakan pendidikan bagi anak usia dini yang harus mendapat perhatian khusus, dan Perwali Subulussalam No 33/2021 ini sebagai regulasi untuk dijalankan,” terangnya.

Dia melanjutkan target Disdikbud lainnya yakni meningkatkan infrastruktur pendidikan modern. Di tahun 2021, sebagian terget itu sudah terlaksana dan akan terus ditingkatkan lagi.

Dimasa pemerintahan Bintang-Salmaza, pihaknya menargetkan Kota Subulussalam ini menjadi Kota Santri dan Kota Pendidikan.

“Untuk itu, bagi segenap Kepala Sekolah (kasek) jangan lagi berasumsi “apa yang saya dapatkan dari jabatan saya, tapi berasumsilah, apa yang dapat saya kontribusikan dari jabatan saya,” pinta Sairun.

Diera digitalisasi saat ini, tidak ada ruang bagi pendidik untuk lalai. Sebab, masyarakat memantau kinerja pendidik.

“Mari kita suguhkan yang terbaik atas kerja-kerja kita, demi peningkatan mutu pendidikan di Kota Subulussalam,” jelasnya.(maharudin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *