Juli-September, Polres Metro Jakbar Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Hingga Pabrik Sabu

  • Whatsapp

Jakarta, Sriwijaya Media – Ditengah pandemi Covid 19 saat ini tak menyurutkan langkah jajaran kepolisian dalam memberangus peredaran penyalahgunaan narkoba.

Perang terhadap narkoba terus di gaungkan oleh satuan narkoba Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar).

Terbukti sebelumnya jajaran satuan narkoba Polres Metro Jakbar berhasil membongkar sindikat jaringan narkoba lintas provinsi hingga pengungkapan pabrik sabu di perumahan mewah di Karawaci, Tangerang Kota, yang melibatkan jaringan internasional asal Iran.

Kembali satuan narkoba Polres Metro Jakbar menorehkan prestasi dengan melakukan pengungkapan kurun waktu 3 bulan terakhir periode akhir Juli 2021 hingga September 2021 dengan hasil ungkap narkoba jenis ganja seberat 22.307 gram (22,3 Kg) dan sabu seberat 22.423 gram (22,4 Kg) dengan total tersangka sebanyak 9 orang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pelaku kurir berinisial USM (35) berhasil di tangkap pihak Polres Metro Jakbar di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada 4 September 2021.

“Tersangka kurir dengan inisial USM ini berhasil ditangkap tim Satnarkoba Polres Metro Jakbar di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim), petugas temukan tas ransel yang dibawa tersangka berisi sabu sebanyak 19 paket dengan berat 19,6 KG,” ujar Kombes Pol Yusri saat rilis kasus di Mapolres Metro Jakbar, Jum’at (24/9/2021).

Kombes Pol Yusri mengatakan, kurir sabu asal Aceh tersebut kemudian di kembangan dan polisi berhasil ungkap 7 Kasus kainnya peredaran sabu dan ganja melakui jalur darat ekspedisi dan angkutan umum.

Dalam kesempatan sama, Kapolres Metro Jakbar Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, pihaknya berhasil melakukan pengungkapan yang fantastis tersebut berkat kegigihan atas kepemimpinan kasat narkoba Polres Metro Jakbar Kompol Danang Setiyo dan kerja keras tim di lapangan.

“Ini bukti keseriusan kami dalam memberangus peredaran gelap narkoba walau di masa pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah kami dalam melakukan pengungkapan,” kata Kombes Pol Ady.

Dalam kasus ini, polisi menangkap 9 orang tersangka dengan masing masing inisial USM (35), ADM (37), DG (23), FR (24),MI (25), RN (30), RR (35),PI (33),FP (31).

“Tujuh kasus peredaran ganja sabu lainnya yang menggunakan pengiriman ekspedisi dan jalur darat, berhasil kita ungkap bersarkan hasil kerja sama Polres Metro Jakarta Barat dengan pihak Bea Cukai” ujar Kombes Pol Ady.

Dalam hal ini, polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 22,3 kg ganja dan 22,2 kg sabu yang berhasil di edarkan jaringan ini hingga ke wilayah Malang, Jawa Timur.

Para tersangka dan barang bukti narkoba tersebut di bawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat guna dilakukan proses hukum.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) sub pasal 111 ayat (2) junto pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang narkotika dengan hukuman pidana paling lama 20 tahun. (Imam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *