Mohon Perlindungan Allah, Polda dan Forkopimda Sumsel Gelar Istighosah Kubro

  • Whatsapp

Palembang, Sriwijaya Media- Polda bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel menggelar istighosah dan do’a bersama Sumsel untuk Indonesia Aman, Sehat bebas Covid-19 dan bebas karhutla.

Istighosah kubro dan do’a bersama ini mengambil tema dari Sumsel Untuk Indonesia Aman, Sehat, Bebas Covid-19 dan bebas karhutla sebagai wujud implementasi program prioritas Kapolri presisi transformasi dibidang operasional dalam pemantapan kinerja harkamtibmas dan pemantapan dukungan Polri dalam penanganan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Kegiatan istighosah dan do’a bersama yang digagas Kapolda Sumsel Prof Dr Eko Indra Heri, S., MM., tersebut dilaksanakan oleh Polda Sumsel dan Polres/Tabes jajaran di 142 lokasi dan 136 masjid wilayah Sumsel, di Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel, Rabu (16/6/2021).

Dalam acara ini, do’a serta zikir dibacakan Habib Muhammad Naufal bin Ja’far Shahab atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ustaz Amak Shahab.

Turut hadir dalam istighosah dan do’a bersama yaitu Plt Sekda Sumsel Ahmad Najib, Kasdam II Sriwijaya Brigjend TNI M Zamroni, S.IP., Danrem 044 Gapo Brigjend TNI Jauhari Agus Suraji, S.IP., Sos., Wakapolda Sumsel Brigjend Pol Rudi Setiawan, S.Ik., SH., MH., Kakanwil Kemenag Provinsi Sumsel DR H Muchlisuddin, SH., MA., MUI Sumsel, FKUB Sumsel dan dan perwakilan personil Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri, S., MM., dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan istighosah dan do’a bersama ini sudah pernah dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Talang Jambe Palembang.

Namun kali ini, istighosah dan do’a bersama dilaksanakan secara serentak seluruh Sumsel yang dipusatkan di Masjid Assaadah Mapolda Sumsel, diikuti Forkopimda di semua kota dan kabupaten dalam wilayah jajaran Polres Polda Sumsel secara virtual.

“Hari ini kita adakan di masjid ini, untuk bersama-sama berdo’a. Dimana do’a merupakan bagian dari ikhtiar. Apalagi kita tengah mengalami banyak musibah. Tak hanya kebakaran hutan, tetapi pandemi yang masih berlangsung saat ini, dan kasus Covid-19 yang dihadapi saat ini terbilang cukup tinggi,” terang Kapolda.

Dari data yang diperoleh, Kota Palembang dan Muara Enim masuk dalam zona merah.

“Ini sarana introspeksi bagi kita bersama. Itu semua datang dari Allah dan kita harus percaya,” ujar Kapolda Sumsel.

Terkait dengan PPKM, Kapolda Sumsel sangat responsif dengan adanya laporan. Termasuk adanya teguran dan kartu kuning bagi beberapa cafe yang masih berjualan.

“Ada satu cafe kita kenakan tipiring. Karena pengunjung yang datang terlalu banyak. Tapi kita upayakan persuasif terlebih dahulu,” paparnya.

Dia mengaku upaya hukum adalah upaya terakhir jika pemilik cafe tidak mentaati apa yang telah ditentukan pemerintah. Mengingat sejauh ini kegiatan sosialisasi terus dilakukan oleh jajaran TNI dan Polri, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pada kesempatan itu, kata Jenderal Eko, dengan adanya istighosah ini diharapkan karhutla yang bakal terjadi tidak sebesar seperti tahun sebelumnya.

“Yang jelas kita mengajak semua stakeholder untuk menghadapi musibah ini dengan selalu bersama-sama untuk berdoa,” jelas Jenderal Eko.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi, MM., menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kapolri presisi di bidang OPERASIONAL dalam pemantapan dukungan Polri dalam penanganan Covid-19

Kegiatan ini bertujuan memohon do’a kepada Allah SWT agar Indonesia, khususnya Provinsi Sumsel dapat terhindar dari segala bencana, baik penyakit maupun karhutla serta masyarakat dapat hidup tenang, aman, nyaman dan sehat terhindar dari pandemi Covid-19.

Selama kegiatan berlangsung tetap berpedoman pada prokes Covid-19 dan  berlangsung dengan aman dan kondusif.(ocha)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *