Tingkatkan Geliat Keagamaan dan Wisata Religi, Bupati OKI Inisiasi Pengembangan Masjid Agung Sholihin

  • Whatsapp

Kayuagung, Sriwijaya Media-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) melakukan penataan kawasan Masjid Agung Sholihin pada tahun ini.

Pembangunan ini diprediksi akan meningkatkan geliat keagamaan serta wisata, khususnya di bidang religi di kawasan Masjid Agung Sholihin Kayuagung.

Bacaan Lainnya

Bupati OKI H Iskandar, SE., melalui Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PRKP) OKI Ir Asmar Wijaya mengatakan pengembangan kawasan masjid merupakan inisiasi Bupati OKI H Iskandar, SE., sebagai perwujudan OKI lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera (Mandira) yang berlandaskan Iman dan Taqwa.

“Kita lakukan dalam dua tahap. Untuk tahun ini berupa pembangunan ruang pertemuan, perbaikan menara, penggantian lantai masjid serta beberapa penambahan ruang,” kata Asmar, Rabu (7/4/2021).

Sementara pada tahapan ke dua ditahun 2022 akan dilakukan pengembangan sekitaran masjid dan pagar keliling.

Ketua Masjid Agung Sholihin Kayuagung H Antonius Leonardo mengatakan kawasan Masjid Agung di pinggiran Sungai Komering itu memiliki unsur historis dan religi yang bisa dikelola tanpa menanggalkan fungsi utamanya sebagai pusat dakwah dan studi agama Islam.

“Masjid Agung Sholihin milik umat dan juga merupakan aset Pemda OKI, layak untuk dikembangkan jadi pusat wisata religi untuk membangun perekonomian masyarakat sekitar,” terang Anton.

Anton menerangkan geliat kegamaan dan aktivitas sosial di masjid milik pemda ini terus berkembang mulai dari pendidikan anak-anak melalui TPA, penghapal Al qur’an, kajian keislaman hingga pembinaan ekonomi kemasyarakatan.

“Masjid bukan hanya pusat beribadah, tapi manfaatnya juga bagi warga sekitar,” tutur Anton.

Anton mengungkapkan dana yang dikelola Masjid Agung Sholihin capai Rp1 miliar per tahun. Dana itu diperoleh dari zakat, infak, shodaqah dan arisan kurban jema’ah masjid dan tidak mengendap direkening masjid, namun dimanfaatkan bagi warga yang berhak.

“Dana dari infaq dan shadaqoh itu dikelola dengan manajemen baik seperti bantuan yatim piatu, umroh gratis. Sisanya untuk operasional masjid,” ucap Asisten I Setda OKI ini.

Pada masa pandemi Covid-19, kata Anton, masjid menyalurkan bantuan bagi anak yatim di Kecamatan Kota Kayuagung.

“Ada ratusan anak yatim yang jadi anak asuh Masjid. Kita bantu Rp500.000 per bulan selama tiga bulan, untuk meringankan beban mereka pada masa pandemi,” paparnya.

Atas nama jema’ah dan pengurus Masjid Agung, Anton mengapresiasi Pemkab OKI yang secara intens membantu Masjid Agung Sholihin serta membangun pengembangan kawasan Masjid Agung Sholihin.

“Alhamdulillah kami sangat apresiasi kepedulian Pak Bupati yang sudah membangun Masjid Agung Sholihin tercinta ini,” katanya.

Pembangunan dan penataan kawasan Masjid Agung Sholihin ini diyakini akan meningkatkan fungsi Masjid. Selain memberikan keamanan dan kenyamanan, pengembangan ini renacananya juga difungsikan sebagai lokasi wisata religi, melalui pembangunan sejumlah fasilitas penunjang, seperti areal manasik haji, fasilitas pendidikan, potong hewan kurban, hingga pusat kajian keagamaan.(luk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *