Beranda EKONOMI Perputaran Uang di Pasar 16 Ilir Selama Pandemi Melandai

Perputaran Uang di Pasar 16 Ilir Selama Pandemi Melandai

130
0
BERBAGI

Palembang, Sriwijaya Media-Manajemen PT Gandha Tata Prima (GTP) yang merupakan Pengelola Pasar 16 Ilir menyatakan sejak awal pandemi Covid-19 Maret 2020 lalu, perputaran uqng di Pasar 16 Ilir mendadak landai.

“Bayangkan saja sekitar 30 persen dari total 2.000 toko ditutup karena pembeli sepi. Jadi okupansi (tingkat keterisian) hanya 70 persen sehingga perputaran ekonomi di Pasar 16 agak landai,” kata General Manager (GM) PT GTP Yeyen, Senin (22/2/2021).

Menurut dia, dampak pandemi memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi di Pasar 16. Banyak pedagang gulung tikar dan tutup, terutama selama tiga bulan pertama. Ini disebabkan, baik pedangang dan pembeli takut terpapar Covid-19.

Dia melanjutkan sejumlah pertokoan yang tutup rata-rata menjual pakaian. Pedagang pakaian mengklaim terpaksa menutup karena tak memiliki pemasukan dan biaya operasional yang makin membengkak.

“Sekarang mereka tetap bertahan mencari sampingan dengan berjualan secara online,” tuturnya.

Dia melanjutkan untuk penghasilan pedagang juga mengalami penurunan hingga 30 persen di masa tiga bulan pertama. Setelah itu mulai merangkak di persentase 40 persen.

“Biasanya perputaran uang para pedagang sebelum pandemi bisa capai Rp1miliar per hari. Tapi sekarang merosot drastis,” paparnya.

Disisi lain, untuk pendapatan retribusi Pasar 16 Ilir yang harus disetorkan ke PD Pasar Palembang Jaya pun merosot signifikan.

“Pemkot sempat memberikan keringanan setoran dikurangi 30 persen selama 3-4 bulan di 2020. Setelah itu kembali 100 persen sampai sekarang,” jelasnya.

Salah satu pemilik toko sepatu di Pasar 16 Ilir, Firman mengatakan hingga saat ini pembeli masih dikatakan sepi.

Dia sempat berniat untuk menutup tokonya, namun berpikir ulang kedepannya mau makan apa.

Dia masih menaruh harapan besar agar keadaan kembali sedia kala seperti sebelumnya.

“Kita mau menyalahkan siapa karena kondisinya memang seperti ini. Pandemi ini bukan di Indonesia saja, tapi sudah ke seluruh dunia. Ya, banyak pembeli takut ke pasar. Impactnya banyak juga toko-toko yang gulung tikar,” jelasnya. (Ocha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here