Pemprov Sumsel-PT Agrinas Segera MoU Bidang Karbon dan Ketahanan Pangan

IMG_20200825_112053

Palembang, Sriwijaya Media-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dalam waktu dekat akan melangsungkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Agro Industri Nasional (Agrinas), terkait kerjasama dalam bidang penjualan karbon dan ketahanan pangan.

Diketahui, Provinsi Sumsel dianggap sebagai provinsi yang sangat layak dikarenakan konservasinya.

Bacaan Lainnya

Hal itu dikatakan langsung Direktur Konservasi PT Agrinas Glory Harimas Sihombing, saat audiensi langsung dengan Gubernur Sumsel H Herman Deru, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (6/7/2020).

Gubernur Sumsel H Herman Deru dengan tegas menyetujui MoU tersebut.

Deru menilai Agrinas memilih Provinsi Sumsel sangat tepat, karena provinsi ini memang sejak 2007 lalu telah ditetapkan sebagai lumbung pangan.

“Menjadi angin segar bagi Provinsi Sumsel, paling tidak kita bisa menjadikan ini sebagai program baru. Program ini sangat bagus di Sumatera karena Sumsel yang paling tepat karena memiliki kelebihan yang tidak dimiliki provinsi lain,” ucap Deru.

Terlebih mengenai penjualan karbon, Deru mengklaim di Bagian Sumatera, Provinsi Sumsel masih memiliki hutan yang masih sangat terjaga.

“Selama ini tujuannya untuk kepentingan bersama, potensi alamnya ada, kemauan juga ada,” terang Deru.

Deru mengatakan, kerjasama ini nanti akan menghasilkan output suatu terobosan baru yang sangat menguntungkan masyarakat dan pemerintah.

“Kita akan mengembangkan dan mengintensifkan perbaikan mutu dan produksinya. Saya tidak akan merubah orientasi kita terhadap pangan,” kata Gubernur.

Sementara itu, Direktur Konservasi PT Agrinas Glory Harimas Sihombing menambahkan diketahui, PT Agrinas merupakan perusahaan milik Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan di bawah Kementerian Pertahanan RI bergerak dibidang ketahanan pangan, bioenergi, dan konservasi serta membangun jejaring perdagangan lintas negara untuk menjangkau seluruh kawasan Asia Pasific.

Dia mengaku manfaat sosial dari proyek konservasi dan restorasi berbasis karbon adalah berkurangnya potensi bencana lanjutan setelah kebakaran hutan seperti kekeringan dimusim kemarau dan banjir saat musim hujan.(Ocha)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *