Kuasa Hukum : ABK Meninggal Bukan Sakit, Tapi Dieksploitasi

IMG_20200508_194005

Kayuagung, Sriwijaya Media– Terkait dengan heboh dan viralnya video anak buah kapal (ABK) yang dilarung ke laut baru-baru ini oleh kapal milik Cina, ternyata merupakan warga Desa Serdang Menang Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang Kabupaten OKI Provinsi Sumsel.

Bacaan Lainnya

Kedua ABK malang itu adalah Sefri (24) dan Ari (24). Pihak keluarga melalui kuasa hukum, Advokat Saddam., SH, Aulia Aziz, SH., dan Subrata., SH dari Kantor Hukum Prasaja Nusantara meminta pertanggungjawaban terhadap perusahaan penyedia jasa ABK yang mempekerjakan ABK di kapal Tiongkok hingga akhirnya kedua ABK meninggal dunia. Termasuk peetanggungjawaban perusahaan kapal Tiongkok Long Xing 629 tempat keduanya bekerja.

”Keluarga korban minta pertanggungjawaban dari perusahaan tempat bekerja di kapal Tiongkok, juga kepada perusahaan yang memberangkatkan keduanya bekerja sebagai ABK,“ ujar Saddam., SH, Jumat (8/5/2020).

Kuasa Hukum : ABK Meninggal Bukan Sakit, Tapi Dieksploitasi
Kuasa hukum, Advokat Saddam., SH, Aulia Aziz, SH., dan Subrata., SH dari Kantor Hukum Prasaja Nusantara saat berada di rumah korban ABK yang dilarung ke laut, Jumat (8/5/2020)

Saddam., SH mengatakan berdasarkan pengakuan teman korban yang selamat bahwa korban selama bekerja hanya diberi makan sisa umpan pancing dan minum air laut.

Bahkan korban dipaksa bekerja selama 18 jam. Apabila terbukti terdapat diskriminasi dan eksploitasi terhadap korban, maka dipastikan yang dikonsumsi korban adalah racun yang dapat merusak tubuh manusia.

“Pihak perusahaan memberitahukan kalau korban meninggal karena sakit. Tapi patut diduga ada kejanggalan. Kalaupun sakit, pasti ada riwayat penyakit dan perusahaan tidak akan memberangkatkan pekerja yang memiliki riwayat sakit,” jelasnya.

Sedangkan pengakuan keluarga korban, masih kata dia, mereka tidak memiliki riwayat penyakit. Bahkan pihak keluarga korban merasa dibohongi pihak PT Karunia Bahari Samudera tentang kabar penyebab meninggal dan proses pemakaman yang dilakukan.

Untuk itu, langkah hukum yang akan diambil adalah upaya adminitrasi berupa hak korban yang belum dibayarkan perusahaan dan apabila terbukti terdapat unsur pidana dalam kematian korban, maka pihaknya akan membuat laporan langsung ke Mabes Polri.

“Kami menduga korban bukan meninggal karena sakit. Jika benar korban sakit, seharusnya perusahaan tidak memperkerjakan pegawai yang memiliki riwayat sakit,” tuturnya.

Sebelumnya, Kades Desa Serdang Menang, Dodi Yansen, SE., mengaku merasa prihatin atas apa yang telah terjadi terhadap warganya dan dia berharap agar semua proses dapat berjalan sesuai keadilan dan hukum yang berlaku.

“Kita motivasi pihak keluarga agar tabah atas musibah ini. Kami harap kuasa hukum dapat menindaklanjuti masalah ini dan menegakkan keadilan sesuai dengan hukum berlaku,” harap Dodi.(abu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *