Beranda SUMSEL HD Harap Tak Ada Lagi Bencana Dari Hewan Buas di Sumsel

HD Harap Tak Ada Lagi Bencana Dari Hewan Buas di Sumsel

93
0
BERBAGI

Palembang, Sriwijaya Media- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menginisiasi kegiatan Forestival Sriwijaya bekerjasama dengan beberapa instansi terkait lainnya. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan hidup yang berkeadilan dan lestari di Sumsel.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kepala Dinas Lingkungan, Pertanahan Provinsi Sumsel Drs H Edwar Candra, Direktur Eksekutif WALHI SumseI Chairul, dan undangan lainnya yang dipusatkan di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (22/1/2020).

Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) menyatakan bahwa pihaknya berusaha mengembalikan kepercayaan diri masyarakat untuk kembali aktif bekerja.

Menurut HD, rusaknya rantai makanan menyebabkan hewan buas keluar dari habitatnya.

“Data ini ada di BKSDA, dihabitatnya ada berapa ekor, kebutuhannya apa. Kita harus mencegah putusnya rantai makanan itu dengan tidak membiarkan mereka berburu dengan seenaknya,” ujarnya.

Deru mengaku sangat mendukung apa yang dilaksanakan WALHI Sumsel ini.

Deru berharap kedepan kejadian seperti adanya hewan buas tidak ada lagi, khususnya yang terjadi didaerah baik dikabupaten atau kota di Sumsel.

Direktur Eksekutif WALHI SumseI Chairul menambahkan bahwa di Sumsel ada yang namanya “SETAPAK” yakni Selamatkan Hutan dan Lahan Melalui Perbaikan Tata Kelola. Lembaga mitra Sumsel itu terdiri dari WALHI, LBH Palembang, Hutan Kita Institut (HaKi), Lingkar Hijau, Solidaritas Perempuan, dan PINUS.

Dalam 4 tahun terakhir, ada beberapa kolaborasi yang dilakukan oleh SETAPAK di Sumsel, diantaranya yakni mendorong skema tanah objek reformance agraria dan kehutanan sosial, pendampingan hukum keorganisasian rakyat.

Terkait pembangunan isu utama tata kelola lahan, dalam 1 bulan terakhir ini berdasarkan catatan adalah evaluasi audit perizinan terutama 3 industri ekstratif dinilai sangat timpang.

“Kami mengapresiasi Gubernur Sumsel yang komit melakukan proses monitoring dan pengawasan izin-izin tambang, diberlakukan juga diseluruh izin-izin perkebunan, dan izin di kebun-kebun kayu yang ada diprovinsi Sumsel,” pungkasnya.(ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here