Beranda SUMSEL Petani Ogan Ilir Merugi, Puluhan Hektar Padi Terancam Puso

Petani Ogan Ilir Merugi, Puluhan Hektar Padi Terancam Puso

88
0
BERBAGI

Indralaya, Sriwijaya Media- Dampak musim kemarau, juga telah membuat sejumlah petani di Kabupaten Ogan Ilir (OI) merugi. Hamparan lahan pertanian dengan komoditas padi banyak dikembangkan masyarakat dengan sistem tadah hujan.

Namun setelah dua bulan tidak ada turun hujan, tanaman yang ada menjadikan kerdil. Tanaman padi yang usianya juga sudah dua bulan tidak bisa berkembang maksimal. Bahkan para petani juga terancam merugi karena tanaman akan puso dan gagal panen.

Salah seorang petani di wilayah Desa Ulak Kembahang Kecamatan Muara Kuang, Mardani mengatakan, lahan tanaman padi yang dikembangkan luasannya capai 5 hektar.

Namun sebagian lahan ini terancam gagal panen karena tidak ada pasokan air akibat dua bulan ini tidak turun hujan.

“Ini usianya sudah dua bulan, dan kerdil tidak bisa berkembang. Kemudian biasanya 1 hektar itu bisa menghasilkan 4-5 ton padi, namun akibat musim kemarau ini hanya menghasilkan kisaran 2 ton saja,” katanya, Selasa (13/8).

Menurut dia, bulir padi yang bermunculan juga tidak berkembang. Tanaman tidak bisa tumbuh maksimal seperti saat ada air. Padahal perawatan sudah dilakukan dengan esktra, dengan melakukan penambahan pupuk dan penyiraman.

Untuk menekan kerugian, tanaman inipun dimusnahkan. Mereka membabat tanaman ini untuk dijadikan pakan ternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan OI, Hasnandar Setiawan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan invetarisir bersama instansi terkait terhadap tanaman padi yang rusak akibat kemarau ekstrim sekarang ini.

Namun dari hasil pendataan di lapangan sedikitnya 30 hektar tanaman padi yang terancam puso atau sekitar 120 ton produksi padi yang tidak bisa dipanen akibat kekurangan pasokan air.

Untuk mengatasi kekeringan ini, petugas Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan bersama petani berusaha melakukan pemompahan air ke sawah-sawah yang kekurangan pasokan air.

Namun kendalanya, jarak pasokan air ke lahan persawahan terlalu jauh, sehingga membutuhkan selang sangat panjang.

“Kalau penyediaan mesin pompa kita siapkan, tapi untuk selang yang panjangnya berkisar 400 hingga 500 meter. Ini yang menjadi persoalan,” kata Hasnandar.

Makanya, lanjut mantan Asisten 3 Setda OI ini, pihaknya telah mengajukan ke pusat untuk pembuatan sumur bor yang banyak di persawahan yang kurang pasokan air tersebut.

“Inilah alternatif lain untuk mengatasi kekeringan di sawah-sawah yang kekurangan air. Mudah-mudahan tanaman padi yang terancam puso itu bisa diselamatkan,”tuturnya.

Hasnandar menjelaskan, saat ini di wilayah OI terhampar tanaman padi sekitar 49.000 hektar untuk musim tanam tahun 2019 yang dominasi tersebar di Desa Soak Bato Kecamatan Pemulutan Barat dan Kecamatan Indralaya Induk, Muara Kuang. (hdn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here